Wahai angin smilir
Sampaikan salam rinduku padanya
Bibirmu selaksanya merah delima
Mengundang madu dan memancarkan
Keharuman surge
Biarlah itu semua menjadi milikmu
Hatiku telah dikuasai oleh pesona
Wajahmu laksana anak panah
Menuju sasarannya
Sehingga sayap-sayap
Yang patah ini
Tidak mungkin bisa terbang
Kembali…
Berbagai bunga warna-warni
Menjadi layu dan mati karna cemburu
Akan kecantikanmu
Surgapun tertarik ingin mencuri
Segala keindahan yang kau miliki
Karna kau terlalu berharga
Untuk hidup didunia ini
Ini semua demi cinta yang sejati
Yang selama ini bersemayam
Dipantai sanubari.
Sampaikan salam rinduku padanya
Bibirmu selaksanya merah delima
Mengundang madu dan memancarkan
Keharuman surge
Biarlah itu semua menjadi milikmu
Hatiku telah dikuasai oleh pesona
Wajahmu laksana anak panah
Menuju sasarannya
Sehingga sayap-sayap
Yang patah ini
Tidak mungkin bisa terbang
Kembali…
Berbagai bunga warna-warni
Menjadi layu dan mati karna cemburu
Akan kecantikanmu
Surgapun tertarik ingin mencuri
Segala keindahan yang kau miliki
Karna kau terlalu berharga
Untuk hidup didunia ini
Ini semua demi cinta yang sejati
Yang selama ini bersemayam
Dipantai sanubari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar